Tampilkan postingan dengan label Materi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Juli 2019

Sunan Ampel




Sunan Ampel

1     .      Riwayat dan Silsilah Sunan Ampel
-          Asal                       : Cempa (Aceh)
-          Tahun lahir            : 1401 M
-          Nama kecil            : Sayyid Ali Rahmatullah
-          Nama bapak          : Syekh Ibrahim Asmarakandi
-          Nama Ibu              : Dewi Candra Wulan
-          Wafat                    : 1479 M

2     .      Kepribadian Sunan Ampel
-     Raden Rahmat yang dikenal dengan gelar Sunan Ampel diketahui sebagai tokoh yang menjalankan amanat agama itu dengan sangat baik melalui prinsip dakwah maw’izhatul hasanah wa mujadalah billati hiya ahsan (berdakwah dengan pelajaran yang baik dan berbantahan/ berdiskusi dengan cara yang baik)

3     .      Perjuangan Sunan Ampel
-          mendidik kaum bangsawan dan rakyat Majapahit agar memiliki budi pekerti yang mulia.
-          membangun masjid sebagai pusat kegiatan agama.
-       mendirikan pesantren untuk mendidik putra bangsawan dan pangeran Majapahit serta siapa saja yang mau datang untuk berguru. 
-        mengenalkan falsafah Moh Limo (Moh Main atau tidak mau berjudi, Moh Ngombe atau tidak mau minum arak atau bermabuk-mabukan, Moh Maling atau tidak mau mencuri, Moh Madat atau tidak mau mengisap candu, ganja dan lain-lain, dan Moh Madon atau tidak mau berzinah/main perempuan yang bukan isterinya).
-          membantu mendirikan Mesjid Agung Demak yang didirikan pada tahun 1477 M.
-          menciptakan huruf pegon atau tulisan arab berbunyi bahasa Jawa.
4     .      Contoh Nilai Positif Sunan Ampel
-        Selalu siap membantu kepada siapapun,
-        Mengedepankan membangun nilai ibadah,
-   Penuh perhitungan, seperti halnya saat menghadapi desakan para wali muda untuk menyerang Majapahit, namun beliau menolaknya.
-      Menyebarkan ajaran Islam dengan cara halus tanpa mengafirkan atau menyalahkan adat istiadat masyarakat yang ada.

Senin, 01 Juli 2019

Sunan Drajat


SUNAN DRAJAT

·        

·         Riwayat dan Silsilah Sunan Drajat
-          Nama kecil                  : Raden Qasim atau Raden Syarifudin
-          Lahir tahun                 : 1470
-          Nama ayah                 : Sunan Ampel
-          Nama ibu                     : Nyai Ageng Manila
-          Wafat tahun               : 1522

·         Kepribadian Sunan Drajat
-          Wali penyebar Islam yang berjiwa sosial
-          Sangat memperhatikan nasib kaum fakir miskin
-          Mengusahakan kesejahteraan sosial sebelum memberikan pemahaman Islam
-          Terkenal akan kearifan dan kedermawanannya.
-          Petuahnya : Bapang den simpangi, ana catur mungkur, artinya jangan mendengarkan pembicaraan yang menjelek – jelekkan orang lain, apalagi melakukan perbuatan itu.

·         Perjuangan Sunan Drajat dalam Berdakwah
-          Memperkenalkan konsep dakwah bil hikmah (dakwah dengan cara – cara bijak, tidak memaksa), dengan 5 cara:
1)      Lewat pengajian secara langsung di masjid atau langgar
2)      Melalui penyelenggaraan pendidikan di pesantren
3)      Memberi fatwa dalam menyelesaikan masalah
4)      Melalui kesenian tradisional
5)      Melalui ritual adat tradisional
-          Filosofi Sunan Drajat: Mènèhana teken marang wong kang wuta, Mènèhana mangan marang wong kang luwé, Mènèhana busana marang wong kang wuda, Mènèhana ngiyup marang wong kang kodanan (maknanya kurang lebih demikian “Berilah ilmu agar orang menjadi pandai, Sejahterakanlah kehidupan masyarakat yang miskin, Ajarilah kesusilaan pada orang yang tidak punya malu, serta beri perlindungan orang yang menderita)

·         Contoh nilai positif sikap Sunan Drajat
       Sunan Drajat sebagai wali penyebar Islam dapat kita petik nilai positifnya antara lain

a.       Mempunyai jiwa sosial yang tinggi atas masyarakat sekitarnya.
b.      Sangat memperhatikan nasib kaum fakir miskin.
c.       Penanaman motivasi untuk mempunyai etos kerja yang tinggi
d.     Menyebarkan Islam dengan cara santun, dakwah bil-hikmah, dengan cara-cara bijak, tanpa memaksa.